Sampah yang muncul setelah perayaan gelar juara Persib Bandung kembali menjadi perhatian publik di Kota Bandung. Di tengah kabar yang menyebut timbunan sampah mencapai 2 ton, sejumlah laporan terbaru menunjukkan angka yang lebih besar. Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung mencatat sampah yang diangkut selama dua hari perayaan kemenangan Persib mencapai 112 ton, sementara Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyebut tambahan volume sampah pada akhir pekan perayaan diperkirakan sekitar 50 ton. Sampah tersebut muncul di sejumlah titik keramaian yang dipadati Bobotoh setelah Persib merayakan gelar juara Super League 2025 dan 2026.
Perayaan Persib Menyisakan Pekerjaan Besar di Bandung
Kemenangan Persib selalu menjadi momen besar bagi warga Bandung dan Bobotoh. Jalanan berubah ramai, warna biru memenuhi pusat kota, dan banyak warga turun merayakan kebanggaan terhadap klub kebanggaan Jawa Barat tersebut. Namun, keramaian besar juga meninggalkan pekerjaan berat bagi petugas kebersihan, terutama ketika sampah makanan, botol plastik, kemasan minuman, dan sisa perayaan berserakan di banyak titik.
Angka 2 Ton Tidak Lagi Menggambarkan Situasi Lapangan
Kabar mengenai sampah 2 ton sempat menjadi bahan pembicaraan, tetapi laporan terbaru memperlihatkan jumlah sampah jauh lebih besar. RRI Bandung menulis bahwa DLH Kota Bandung mengangkut 112 ton sampah selama dua hari perayaan kemenangan Persib, dengan jenis sampah yang didominasi plastik, botol kaca bekas minuman keras, flare, dan sisa petasan.
Sementara itu, Metro TV News melaporkan pernyataan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan bahwa volume sampah pada akhir pekan perayaan diperkirakan mencapai sekitar 50 ton. Angka tersebut naik karena padatnya aktivitas massa yang merayakan keberhasilan Persib meraih gelar juara Super League 2025 dan 2026.
“Kebanggaan terhadap klub tidak boleh berhenti di teriakan kemenangan. Kota yang bersih juga bagian dari cara merayakan Persib dengan lebih dewasa.”
Pusat Kota Menjadi Titik Keramaian Utama
Keramaian Bobotoh tidak hanya berada di satu lokasi. Sejumlah kawasan pusat kota menjadi titik berkumpul, mulai dari Cikapayang, Dago, flyover, kawasan Alun alun Bandung, hingga jalur yang dilalui massa perayaan. Kondisi ini membuat pembersihan tidak bisa dilakukan cepat, sebab petugas harus menunggu beberapa kawasan lebih aman dan tidak terlalu padat.
Cikapayang Jadi Salah Satu Lokasi yang Paling Disorot
Media Indonesia melaporkan bahwa DLH Kota Bandung mulai membersihkan sampah sejak Minggu dini hari, 24 Mei 2026. Kepala DLH Kota Bandung Darto menyebut salah satu titik dengan tumpukan sampah paling mencolok berada di kawasan Cikapayang, yang menjadi pusat konsentrasi massa Bobotoh. Di area itu, petugas menemukan enam karung sampah botol sekitar pukul 05.30 WIB.
Di lokasi yang sama, petugas juga menemukan bekas flare dalam jumlah besar. Darto menyebut bekas flare yang terkumpul mencapai tiga karung besar di Cikapayang, belum termasuk sisa petasan yang berserakan di sepanjang jalan. Temuan ini membuat pembersihan tidak hanya berurusan dengan sampah biasa, tetapi juga benda yang berpotensi membahayakan petugas dan pengguna jalan.
Sampah Plastik dan Kemasan Makanan Mendominasi
Dalam keramaian besar, sampah yang paling mudah muncul biasanya berasal dari konsumsi warga di jalan. Botol air mineral, gelas plastik, bungkus makanan, kantong plastik, puntung rokok, dan kemasan ringan menjadi jenis sampah yang banyak ditemukan setelah massa bubar. Kondisi serupa terlihat dalam perayaan Persib kali ini.
Botol Plastik Menjadi Temuan Besar
Pikiran Rakyat melaporkan bahwa DLH Kota Bandung mencatat sampah yang terkumpul setelah pesta Bobotoh mencapai puluhan ton dalam semalam. Kepala DLH Kota Bandung Darto menyebut jenis sampah yang mendominasi adalah botol plastik dan kemasan makanan. Petugas juga menemukan jenis sampah lain yang perlu penanganan khusus, seperti bekas botol kaca.
Temuan botol plastik memperlihatkan bahwa kebiasaan membawa minuman sekali pakai masih sangat kuat saat massa berkumpul. Dalam acara besar, masalahnya bukan hanya jumlah orang, tetapi juga ketiadaan kebiasaan membawa pulang sampah sendiri atau membuangnya ke titik yang tersedia. Ketika ribuan orang melakukan hal yang sama, jumlahnya langsung berubah menjadi tumpukan besar.
Botol Kaca dan Bekas Miras Jadi Sorotan
Selain sampah plastik, laporan tentang botol kaca bekas minuman keras ikut menjadi perhatian. Temuan ini membuat perayaan Persib tidak hanya dibahas dari sisi kebersihan, tetapi juga dari sisi ketertiban dan keselamatan warga. Botol kaca yang pecah dapat melukai petugas, pengendara, pejalan kaki, dan warga yang melintas setelah acara selesai.
Pemkot Menyoroti Miras Ilegal
IDN Times Jabar melaporkan bahwa Pemkot Bandung menemukan sampah botol minuman keras hingga mencapai satu mobil pikap selama rangkaian perayaan. Wali Kota Bandung Muhammad Farhan juga menyoroti persoalan korban jiwa akibat kecelakaan lalu lintas yang diduga berkaitan dengan konsumsi minuman keras selama perayaan berlangsung.
Temuan botol miras membuat pemerintah kota perlu melihat perayaan besar sebagai urusan lintas bidang. Kebersihan, keamanan, pengaturan lalu lintas, kesehatan, dan pengendalian minuman keras ilegal harus bekerja bersama. Jika hanya mengandalkan petugas kebersihan setelah acara selesai, masalah yang muncul tidak akan selesai dari akar perilakunya.
Petugas Kebersihan Bekerja di Tengah Kerumunan
Membersihkan sampah setelah massa besar bubar bukan pekerjaan ringan. Petugas harus bergerak di antara kendaraan, sisa keramaian, botol kaca, bekas petasan, hingga titik jalan yang belum sepenuhnya kosong. Dalam beberapa laporan, pembersihan juga sempat terkendala karena massa masih berada di lokasi.
Pembersihan Tidak Bisa Langsung Selesai
Detik Jabar menulis bahwa sampah setelah malam pesta juara Persib di Kota Bandung mencapai tujuh truk, bahkan diperkirakan tembus puluhan ton saat itu. Pembersihan disebut terhambat kerumunan massa yang masih bertahan di sejumlah lokasi.
Situasi seperti ini membuat petugas harus bekerja lebih hati hati. Mereka tidak hanya mengangkut sampah, tetapi juga memastikan jalur tetap aman. Pekerjaan menjadi lebih berat ketika sampah bercampur dengan benda tajam, pecahan kaca, dan sisa petasan. Di titik tertentu, petugas harus memilah agar benda berbahaya tidak mencederai pekerja lapangan.
Bobotoh Tidak Bisa Dipukul Rata
Persib memiliki basis pendukung yang sangat besar dan loyal. Tidak semua Bobotoh membuang sampah sembarangan, dan banyak pula pendukung yang ikut menjaga ketertiban. Namun, keramaian besar selalu membuat perilaku sebagian orang ikut memengaruhi wajah keseluruhan acara. Karena itu, penyebutan pendukung Persib perlu ditempatkan sebagai massa perayaan, bukan tuduhan kepada seluruh Bobotoh.
Perlu Gerakan Bersih dari Komunitas Pendukung
Antara pernah mencatat bahwa dalam empat pertandingan kandang Persib sebelumnya di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, lebih dari 8 ton sampah berhasil dikumpulkan dan dikelola dengan sistem daur ulang berkelanjutan. Pada laga melawan Lion City Sailors saja, sebanyak 2.522 kilogram sampah berhasil dikumpulkan dan diolah.
Catatan tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan sampah dalam kegiatan Persib sebenarnya bisa dilakukan lebih tertata. Ketika sistem tersedia, relawan bergerak, dan pendukung diberi arahan jelas, sampah dapat dikumpulkan dengan lebih baik. Tantangannya adalah membawa pola serupa ke ruang kota saat perayaan spontan yang jauh lebih luas daripada area stadion.
Bandung Menghadapi Beban Sampah Harian yang Sudah Berat
Kota Bandung sejak lama menghadapi pekerjaan besar dalam pengelolaan sampah. Tambahan puluhan ton dari perayaan besar membuat beban kota semakin terasa. Karena itu, sampah perayaan Persib tidak bisa dilihat sebagai masalah satu malam saja, tetapi sebagai bagian dari tekanan harian terhadap sistem kebersihan kota.
Timbulan Harian Bandung Sudah Tinggi
Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui laman resminya pernah mencatat timbulan sampah Kota Bandung mencapai 1.492 ton per hari, sementara kemampuan pengolahan kota masih jauh di bawah jumlah tersebut. Pada saat yang sama, Pemkot Bandung telah mengolah 207,58 ton per hari dan masih perlu memperkuat pengelolaan sampah di dalam kota.
Dalam keadaan seperti itu, tambahan sampah dari keramaian besar menjadi pekerjaan yang tidak kecil. Puluhan ton sampah dari dua hari perayaan dapat mengganggu ritme pembersihan harian, terutama bila tumpukannya tersebar di banyak titik dan mengandung benda yang harus dipisahkan.
Perayaan Besar Perlu Desain Kebersihan Sejak Awal
Kegiatan yang melibatkan ribuan sampai jutaan orang tidak cukup hanya disiapkan dari sisi pengamanan dan lalu lintas. Kebersihan harus masuk sejak awal, mulai dari penempatan tempat sampah, jalur pengangkutan, pembagian petugas, relawan komunitas, sampai pesan terbuka kepada peserta perayaan.
Tempat Sampah Saja Tidak Cukup
Tempat sampah penting, tetapi tidak cukup jika warga tidak diarahkan. Dalam keramaian padat, orang sering sulit bergerak ke titik pembuangan. Karena itu, harus ada petugas keliling, kantong sampah besar di titik strategis, pengumuman berkala, dan ajakan langsung dari tokoh Bobotoh.
Pemerintah kota juga dapat bekerja sama dengan komunitas pendukung untuk membuat zona bersih di titik kumpul. Setiap komunitas dapat membawa kantong sampah sendiri, menunjuk koordinator kebersihan, dan memastikan area yang ditempati tidak ditinggalkan dalam keadaan kotor.
“Massa besar bukan alasan kota harus kotor. Justru dukungan terbesar kepada Persib bisa terlihat dari cara Bobotoh meninggalkan Bandung tetap rapi setelah pesta selesai.”
Flare dan Petasan Menambah Risiko
Sampah dari perayaan bukan hanya soal plastik dan makanan. Bekas flare dan sisa petasan menjadi temuan yang perlu perhatian lebih serius. Selain mengotori jalan, benda seperti ini dapat membahayakan orang sekitar, apalagi bila masih panas atau menyisakan bahan kimia.
Petugas Menemukan Sisa Flare dan Mercon
Media Indonesia melaporkan bahwa petugas DLH Kota Bandung menemukan bekas flare dan potongan mercon dalam pembersihan setelah konvoi kemenangan Persib. Temuan khusus berupa tiga karung besar bekas flare ditemukan di Cikapayang, belum termasuk sisa petasan yang berserakan di sepanjang jalan.
Inews Jabar juga melaporkan bahwa selain plastik, petugas menemukan sisa flare dan potongan petasan di beberapa lokasi. Temuan tersebut dinilai membahayakan karena dapat mengganggu kebersihan dan keselamatan lingkungan sekitar.
Pemerintah Kota Perlu Memperkuat Pengawasan
Perayaan Persib adalah momen kebanggaan kota, tetapi pemerintah tetap harus menjaga batas antara euforia dan ketertiban. Pengawasan perlu dilakukan sejak sebelum massa berkumpul, bukan hanya ketika sampah sudah berserakan. Pengaturan rute, titik jualan, larangan botol kaca, razia miras, dan larangan petasan perlu diperkuat agar pembersihan lebih mudah.
Wali Kota Menyoroti Kerugian Sosial dan Kebersihan
IDN Times Jabar melaporkan bahwa Pemkot Bandung melakukan pembersihan jalan dan perbaikan fasilitas setelah pesta Persib selama dua hari. Selain sampah, pemerintah kota juga menyoroti kerusakan taman dan korban jiwa. Dalam laporan itu, tambahan sampah diperkirakan sekitar 50 ton, terutama di titik keramaian dan jalur perayaan.
Kondisi ini membuat pemerintah kota perlu menyusun aturan lebih tegas untuk perayaan berskala besar. Bukan untuk mengurangi kebanggaan Bobotoh, melainkan agar kegembiraan tidak berubah menjadi beban bagi petugas, warga sekitar, dan fasilitas publik.
Pelaku Usaha dan Pedagang Juga Perlu Dilibatkan
Saat perayaan berlangsung, pedagang makanan dan minuman ikut hadir di banyak titik keramaian. Mereka membantu kebutuhan warga, tetapi juga menjadi bagian dari aliran sampah. Kemasan makanan, gelas plastik, sedotan, kantong, dan botol minuman berasal dari aktivitas jual beli di lapangan.
Tanggung Jawab Tidak Hanya pada Pembeli
Pedagang sebaiknya ikut disiapkan dalam pola kebersihan acara. Mereka dapat diminta menyediakan kantong sampah di sekitar lapak, tidak menjual minuman dalam botol kaca, dan membantu mengingatkan pembeli. Pemerintah kota dapat membuat aturan khusus untuk penjualan di titik perayaan agar sampah lebih terkendali.
Jika pedagang, pembeli, komunitas Bobotoh, dan petugas bergerak bersama, jumlah sampah yang tercecer dapat ditekan. Perayaan tetap hidup, tetapi kota tidak harus menanggung tumpukan yang sangat besar setelah massa bubar.
Bandung Perlu Menjaga Wajah Kota Setelah Pesta
Bandung dikenal sebagai kota wisata, kota kreatif, dan rumah besar bagi Persib. Setiap perayaan besar akan dilihat bukan hanya oleh warga lokal, tetapi juga oleh publik nasional. Tumpukan sampah di jalan setelah perayaan dapat mengganggu citra kota yang selama ini dijaga.
Euforia Harus Sejalan dengan Ketertiban
Bobotoh memiliki kekuatan besar untuk menunjukkan bahwa kecintaan terhadap klub bisa berjalan bersama kepedulian terhadap kota. Caranya sederhana, membawa kantong sampah, tidak membuang botol di jalan, menghindari botol kaca, tidak menyalakan flare sembarangan, dan mengikuti arahan petugas.
DLH sudah bekerja mengangkut puluhan hingga ratusan ton sampah dari dua hari perayaan. Pekerjaan berikutnya adalah memastikan pola yang sama tidak terus berulang setiap kali Persib merayakan kemenangan besar. Kota Bandung, Persib, Bobotoh, pedagang, dan pemerintah perlu bertemu dalam satu tujuan yang sama, yaitu merayakan gelar tanpa meninggalkan jalanan dalam keadaan kotor






