Chery Makin Ngebut Global, Indonesia Jadi Arena Penting EV dan Hybrid

Otomotif124 Views

Chery Makin Ngebut Global, Indonesia Jadi Arena Penting EV dan Hybrid Chery kembali menjadi salah satu merek otomotif asal Tiongkok yang paling banyak dibicarakan setelah penjualan globalnya terus bergerak kuat, terutama melalui kendaraan listrik dan hybrid. Perusahaan ini tidak hanya mengandalkan pasar domestik, tetapi semakin agresif memperluas langkah ke banyak negara, termasuk Indonesia yang kini dipandang sebagai salah satu wilayah penting untuk pengembangan kendaraan elektrifikasi. Pada kuartal pertama 2026, Chery Group mencatat penjualan 601.712 unit, dengan 161.202 unit berasal dari kendaraan energi baru dan ekspor mencapai 393.311 unit. Angka tersebut menunjukkan bahwa dorongan global Chery bukan sekadar promosi, tetapi terlihat langsung dari volume penjualan dan pengiriman lintas negara.

Chery Membidik Pasar Dunia dengan Langkah Lebih Cepat

Kenaikan penjualan Chery di pasar global memperlihatkan perubahan besar dalam persaingan otomotif. Merek asal Tiongkok ini tidak lagi hanya dikenal sebagai penantang di kelas harga terjangkau, tetapi mulai menempatkan diri sebagai pemain besar yang membawa banyak teknologi baru. Fokus pada kendaraan listrik, plug in hybrid, dan hybrid membuat nama Chery semakin sering muncul di berbagai negara yang sedang mencari pilihan mobil lebih efisien.

Sepanjang 2025, Chery Group mencatat penjualan kumulatif 2.806.393 unit, naik 7,8 persen dibanding tahun sebelumnya. Dari jumlah itu, ekspor Chery mencapai 1,344 juta unit, membuatnya tetap berada di barisan depan eksportir otomotif Tiongkok. Catatan tersebut menjadi bekal kuat bagi Chery untuk menekan pasar global pada 2026 dengan lini produk yang lebih beragam.

Ekspor Jadi Mesin Utama Pertumbuhan

Kekuatan Chery terlihat jelas dari ekspor. Pada kuartal pertama 2026, ekspor perusahaan ini mencapai 393.311 unit, naik 53,9 persen secara tahunan. Capaian tersebut mempertegas posisi Chery sebagai salah satu merek Tiongkok dengan jaringan pasar internasional paling luas.

Bagi konsumen global, agresivitas Chery terasa dari banyaknya model baru yang masuk ke berbagai negara. Chery tidak hanya membawa mobil bermesin bensin, tetapi juga memperkenalkan EV dan hybrid sebagai andalan baru. Strategi ini membuat Chery memiliki ruang gerak lebih besar karena setiap negara memiliki kebutuhan berbeda, mulai dari mobil keluarga hemat bahan bakar sampai SUV listrik untuk pemakaian perkotaan.

Indonesia Masuk Peta Penting Chery

Indonesia menjadi salah satu pasar yang mendapat perhatian besar dari Chery. Ada beberapa alasan yang membuat Indonesia menarik, mulai dari jumlah penduduk besar, pertumbuhan kelas menengah, kebutuhan kendaraan keluarga, hingga mulai meningkatnya minat terhadap mobil elektrifikasi. Dalam keterangan resminya, Chery menyebut Indonesia sebagai salah satu pasar utama untuk mengembangkan portofolio EV.

Pasar Indonesia juga memiliki ciri khas yang sesuai dengan kekuatan Chery. Konsumen di sini menyukai SUV dengan kabin lega, fitur banyak, desain modern, dan harga yang kompetitif. Pada saat yang sama, pembeli mulai mempertimbangkan biaya pemakaian harian, efisiensi bahan bakar, serta pilihan kendaraan listrik yang lebih nyaman untuk mobilitas kota.

Produksi Lokal Membuat Posisi Chery Lebih Kuat

Langkah Chery di Indonesia tidak berhenti pada penjualan unit impor. Perusahaan ini telah memulai produksi lokal Omoda E5 di fasilitas PT Handal Indonesia Motor di Bekasi. Produksi lokal tersebut sempat disebut sebagai bagian dari rencana menjadikan Indonesia basis produksi kendaraan setir kanan, terutama untuk model elektrifikasi.

Produksi lokal memberi nilai penting karena membuat Chery lebih dekat dengan konsumen Indonesia. Dengan perakitan di dalam negeri, perusahaan dapat menyesuaikan pasokan, memperkuat layanan purnajual, dan menunjukkan komitmen yang lebih serius kepada pemerintah serta konsumen. Bagi pasar otomotif nasional, kehadiran produksi lokal EV juga menambah pilihan merek yang ikut mengisi industri kendaraan rendah emisi.

EV dan Hybrid Jadi Amunisi Baru

Chery kini membawa beberapa jalur produk elektrifikasi di Indonesia. Model listrik murni seperti E5 dan J6 menjadi perhatian, sementara keluarga Chery Super Hybrid ikut mengisi pasar hybrid dan plug in hybrid. Direktur Pemasaran Chery Sales Indonesia, Budi Darmawan, menyebut penjualan Chery pada 2025 masih didominasi EV seperti J6 dan E5, lalu disusul keluarga CSH.

Pola tersebut menunjukkan bahwa Chery tidak hanya mencoba satu jenis teknologi. Mereka menyiapkan pilihan untuk beberapa karakter pengguna. EV cocok untuk konsumen yang sudah siap memakai mobil listrik penuh, terutama di perkotaan. Hybrid dan plug in hybrid cocok bagi pembeli yang ingin efisiensi bahan bakar, tetapi masih membutuhkan rasa aman saat perjalanan jauh.

Chery Super Hybrid Mulai Dikenal Konsumen

Chery Super Hybrid atau CSH menjadi salah satu senjata penting. Pada Tiggo 8 CSH, teknologi ini menggabungkan mesin Dedicated Hybrid Engine 1,5 liter turbo ACTECO, motor listrik, transmisi khusus hybrid, dan baterai khusus hybrid. Kombinasi itu dirancang untuk memberi tenaga besar, efisiensi lebih baik, serta karakter berkendara yang tetap nyaman untuk keluarga.

Di Indonesia, keluarga CSH mulai mendapat tempat karena pasar SUV keluarga sangat besar. Konsumen yang sebelumnya ragu memakai EV penuh bisa melihat hybrid sebagai jembatan. Mereka tetap mendapatkan bantuan motor listrik, tetapi tidak sepenuhnya bergantung pada stasiun pengisian daya.

Deretan Produk Chery Semakin Ramai

Produk Chery di Indonesia kini makin banyak. Berdasarkan halaman resmi Chery Indonesia, jajaran yang ditawarkan mencakup BEV, CSH, dan kendaraan bermesin bensin. Pada laman tersebut, terlihat beberapa model seperti Chery C5 CSH, Tiggo Cross CSH Hybrid, Tiggo 8 CSH, J6, dan E5 yang mengisi berbagai rentang harga.

Banyaknya pilihan memberi ruang bagi Chery untuk masuk ke beberapa segmen sekaligus. Ada model yang menyasar pembeli muda, keluarga kecil, keluarga besar, sampai pengguna yang ingin SUV listrik dengan tampilan lebih gagah. Inilah yang membuat pergerakan Chery terasa cepat dibanding beberapa merek lain yang masih membawa pilihan terbatas.

SUV Tetap Jadi Tulang Punggung

SUV masih menjadi tubuh utama penjualan Chery. Model seperti Tiggo, Omoda, Jaecoo, J6, E5, dan keluarga CSH memperlihatkan bahwa Chery memahami selera pasar Indonesia yang menyukai kendaraan tinggi, kabin lega, serta fitur lengkap. SUV juga lebih mudah diterima oleh keluarga muda dan pengguna yang membutuhkan kendaraan serbaguna.

Kekuatan Chery di SUV terlihat dari cara mereka menempatkan teknologi elektrifikasi. EV dan hybrid tidak dikemas sebagai mobil kecil saja, tetapi masuk ke segmen SUV yang permintaannya besar. Cara ini membuat elektrifikasi terasa lebih dekat dengan kebutuhan harian konsumen Indonesia.

Penjualan Hybrid Chery Mulai Mencuri Perhatian

Respons pasar terhadap hybrid Chery terlihat dari Tiggo Cross CSH. Chery Indonesia menyebut model ini mencatat wholesales 1.042 unit pada September 2025 berdasarkan data GAIKINDO, sekaligus membantu Chery menjadi merek Tiongkok nomor satu dalam penjualan di Indonesia pada periode tersebut.

Capaian tersebut penting karena membuktikan bahwa hybrid bukan lagi sekadar produk pajangan di pameran. Konsumen mulai melihatnya sebagai pilihan nyata. Harga yang lebih kompetitif dibanding banyak SUV hybrid lain membuat Chery punya posisi menarik, terutama ketika pembeli mencari fitur lengkap dan teknologi baru dengan biaya yang masih masuk akal.

Tiggo Cross CSH Menjadi Pintu Masuk Baru

Tiggo Cross CSH berperan sebagai pintu masuk bagi konsumen yang ingin merasakan kendaraan hybrid dari Chery. Mobil seperti ini menyasar pengguna yang membutuhkan kendaraan harian, tetapi ingin konsumsi bahan bakar lebih hemat. Dengan ukuran yang tidak terlalu besar, model tersebut juga cocok untuk kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, Medan, dan Makassar.

Kehadiran Tiggo Cross CSH memperlihatkan bahwa Chery tidak hanya mengincar kelas atas. Mereka juga masuk ke kelas yang lebih luas, tempat banyak konsumen Indonesia benar benar membuat keputusan pembelian. Bila produk seperti ini terus diterima, posisi Chery dalam pasar hybrid bisa semakin kuat.

Mobil Listrik Chery Menyasar Pengguna Perkotaan

Pada sisi EV, Chery E5 dan J6 menjadi dua model yang cukup sering dibicarakan. E5 hadir sebagai SUV listrik bergaya modern dengan klaim jarak tempuh 430 kilometer berdasarkan metode WLTP, output tenaga 201 HP, torsi 340 Nm, dan akselerasi 0 sampai 100 kilometer per jam dalam 7,2 detik berdasarkan informasi produk Chery Indonesia.

Spesifikasi tersebut membuat E5 berada di jalur yang menarik untuk konsumen kota. Jarak tempuh lebih dari 400 kilometer memberi rasa percaya diri untuk perjalanan harian, sementara tenaga besar membuatnya tetap nyaman dipakai di jalan bebas hambatan. Pada saat yang sama, desain SUV memberi posisi duduk tinggi yang disukai banyak pengguna Indonesia.

EV Chery Menantang Pemain Lama

Persaingan EV di Indonesia semakin ketat karena banyak merek Tiongkok masuk dengan harga agresif. Reuters mencatat pertumbuhan penjualan mobil Indonesia pada Februari 2025 ikut didorong oleh adopsi EV yang meningkat, terutama dari merek Tiongkok seperti BYD dan Chery.

Kondisi ini membuat Chery harus bergerak cepat. Konsumen kini tidak hanya membandingkan merek, tetapi juga jarak tempuh, layanan servis, garansi baterai, harga jual kembali, fitur keselamatan, serta kemudahan pengisian daya. Chery perlu menjaga semua bagian itu agar tidak hanya kuat saat peluncuran, tetapi juga dipercaya setelah mobil dipakai beberapa tahun.

Harga Kompetitif Jadi Senjata Penetrasi

Salah satu alasan Chery cepat mendapat perhatian adalah harga. Di Indonesia, beberapa model Chery ditempatkan pada rentang yang cukup kompetitif. Daftar harga otomotif 2026 menunjukkan Chery E5 berada di kisaran Rp 379,9 juta sampai Rp 419,9 juta, Tiggo 8 CSH di kisaran Rp 449,9 juta sampai Rp 569,9 juta, Tiggo Cross CSH mulai sekitar Rp 329,8 juta, dan Tiggo 9 CSH sekitar Rp 739,9 juta.

Penempatan harga seperti ini membuat Chery mampu menantang merek Jepang, Korea, dan Tiongkok lain. Konsumen yang sebelumnya hanya melihat merek lama kini punya pembanding baru. Bila fitur dan harga terasa sepadan, peluang Chery untuk merebut pembeli semakin terbuka.

Fitur Lengkap Jadi Pembeda

Selain harga, Chery sering menonjolkan fitur. Layar besar, kamera 360 derajat, fitur keselamatan aktif, kabin modern, kursi nyaman, dan teknologi elektrifikasi menjadi bagian yang sering ditawarkan. Kombinasi ini penting karena konsumen Indonesia makin teliti saat membeli mobil.

Di kelas SUV, pembeli tidak hanya mencari mesin irit. Mereka juga ingin mobil terasa mewah, aman, dan nyaman untuk keluarga. Chery membaca kebutuhan itu dengan membawa banyak fitur yang sebelumnya lebih sering ditemukan pada mobil dengan harga lebih tinggi.

Tantangan Chery di Indonesia Belum Ringan

Meski sedang bergerak cepat, Chery tetap menghadapi pekerjaan besar di Indonesia. Merek ini harus memperkuat jaringan bengkel, ketersediaan suku cadang, layanan purnajual, dan kepercayaan konsumen. Bagi pembeli mobil keluarga, kepastian servis sering sama pentingnya dengan harga awal.

Chery juga harus menjaga kualitas unit yang dipasarkan. Dalam persaingan yang ramai, konsumen mudah membandingkan pengalaman satu merek dengan merek lain. Bila layanan kurang rapi, citra merek bisa terganggu. Sebaliknya, jika layanan konsisten, Chery dapat mengubah rasa penasaran publik menjadi loyalitas pelanggan.

Kepercayaan Konsumen Dibangun Lewat Layanan

Mobil elektrifikasi membutuhkan edukasi lebih panjang. Konsumen perlu memahami cara pengisian daya, perawatan baterai, perbedaan hybrid dan EV, serta biaya servis berkala. Di sinilah dealer dan bengkel resmi memiliki peran besar.

Chery harus memastikan tenaga penjual dan teknisi benar benar mampu menjelaskan produk dengan bahasa sederhana. Pembeli tidak hanya ingin mendengar angka spesifikasi, tetapi ingin tahu bagaimana mobil itu dipakai dalam kehidupan sehari hari, berapa biaya perawatan, dan apa yang harus dilakukan bila muncul kendala.

Indonesia Bisa Menjadi Pusat Kekuatan Chery di Asia Tenggara

Indonesia memiliki posisi penting di Asia Tenggara karena ukuran pasar besar dan jaringan industri otomotif yang sudah terbentuk. Bila Chery mampu memperkuat produksi lokal, memperluas pemasok komponen, dan menjaga kualitas layanan, Indonesia dapat menjadi pasar sekaligus basis pengembangan kendaraan setir kanan.

Rencana Chery menjadikan Indonesia basis produksi setir kanan untuk Omoda E5 pernah disampaikan sejak produksi lokal dimulai. Target seperti ini membuat Indonesia tidak hanya diperlakukan sebagai tempat menjual mobil, tetapi juga bagian dari rantai industri Chery untuk pasar regional.

Persaingan Akan Makin Ketat di Segmen Elektrifikasi

Pasar elektrifikasi Indonesia semakin ramai. BYD, Wuling, Hyundai, Toyota, Honda, Mitsubishi, MG, Neta, dan beberapa merek lain terus bergerak. Dalam suasana seperti ini, Chery harus terus menjaga keunikan produk agar tidak tenggelam dalam banjir model baru.

Kekuatan Chery ada pada keberanian membawa banyak pilihan. EV tersedia, hybrid tersedia, plug in hybrid tersedia, SUV keluarga tersedia, dan harga dibuat kompetitif. Bila strategi ini dijalankan dengan layanan yang kuat, Chery punya peluang besar untuk menjadi salah satu merek paling diperhitungkan di pasar EV dan hybrid Indonesia.

Agresivitas Global Chery Terlihat dari Ekspansi Pabrik

Di luar Indonesia, Chery juga memperluas pijakan produksi. Reuters melaporkan Chery akan memulai produksi di Spanyol pada 2026 melalui fasilitas bekas pabrik Nissan di Barcelona yang dihidupkan kembali bersama Ebro. Pabrik tersebut direncanakan memproduksi Omoda 5 versi EV dan bensin, kemudian Jaecoo 7.

Chery juga bergerak di Afrika Selatan. Perusahaan itu menargetkan produksi di pabrik Rosslyn mulai akhir 2027 setelah mengakuisisi fasilitas bekas Nissan. Pabrik tersebut disiapkan untuk memproduksi kendaraan hybrid, plug in hybrid, dan listrik baterai, dengan rencana ekspor ke pasar Afrika serta Eropa.

Gerak Global Memberi Sinyal Serius

Ekspansi pabrik menunjukkan bahwa Chery tidak hanya ingin menjual mobil dari Tiongkok ke banyak negara. Mereka mulai membangun pijakan produksi di beberapa wilayah penting agar lebih dekat dengan pasar. Cara ini dapat membantu menekan biaya logistik, menyesuaikan produk dengan aturan lokal, dan memperkuat kehadiran jangka panjang.

Bagi Indonesia, gerak global ini menjadi sinyal bahwa Chery serius membangun jaringan dunia. Jika Indonesia mampu menjaga posisi sebagai pasar besar dan lokasi produksi setir kanan, Chery bisa semakin tertarik memperbesar investasi, menambah model lokal, serta membawa teknologi elektrifikasi yang lebih lengkap ke Tanah Air.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *